Tugas P 5
Tugas projek tanaman
Nama: Dendra Sahputra
Kelas : XE
Tugas P5 pertemuan ke 1
Rangkuman tentang Veltikultur
•Pengertian veltikultur
Veltikultur berasal dari bahasa inggris ,yaitu veltical dan culture.Vertikurtul merupakan tehnik bercocok tanam di ruang atau lahan sempit dengan memanfaatkan bidang vertikal sebagai tempat bercocok tanam yang dilakukan secara bertingkat.
•manfaat veltikultur
1.Efisiensi dalam penggunaan lahan.
2. Penghematan pemakaian pupuk dan pestisida.
3.Dapat dipindahkan dengan mudah karena tanaman diletakkan dalam wadah tertentu.
4.mudah dalam hal monitoring/pemerintahan tanaman.
•Kelebihan dan kekurangan Veltikultur
•Kelebihan
Karena disusun secara vertikal, sistem bertanam ini sudah jelas dapat mengefisiensikan penggunaan lahan. Penanaman yang dilakukan secara vertikal dapat mencegah pertumbuhan gulma sehingga Anda tidak perlu menyiangi gulma terlalu sering. Jika wadah yang digunakan adalah pot atau polibag, tanaman mudah dipindahkan ke tempat yang lain.
Sistem ini dapat membuat penggunaan pupuk menjadi lebih hemat karena pupuk langsung diberikan di dalam wadah sehingga pupuk tidak mudah tercuci. Penghematan tersebut juga berlaku pada pestisida karena media tanam yang digunakan lebih steril.Vertikultur yang menggunakan atap dapat memudahkan Anda untuk mencegah tanaman dari kerusakan karena hujan. Sementara itu, tanaman yang diletakkan di dalam ruangan dapat membantu Anda untuk menghemat penyiraman air karena penguapan berkurang.Penampilan instalasi vertikultur juga dapat menambahkan nilai estetika pekarangan rumah. Perawatannya juga terbilang mudah karena tanaman berada pada satu lokasi yang sama.
•Kekurangan
Tanaman harus dirawat secara kontinu dan intensif. Oleh karena itu, Anda perlu rutin memberikan pupuk dan penyiraman, terutama pada vertikultur yang beratap atau dengan rumah kaca. Perawatan yang intensif terbilang lebih sulit dibanding perawatan konvensional karena membutuhkan kesabaran yang cukup tinggi.
Karena mudah dipindahkan, tanaman mudah patah atau rusak jika tidak diperlakukan dengan benar. Oleh karena itu, sebaiknya tanaman jangan terlalu sering dipindah-pindah. Anda sudah harus merancang dengan matang instalasi sebelum digunakan untuk bertanam.
Investasi yang dibutuhkan cukup besar karena instalasi vertikultur membutuhkan peralatan yang lebih banyak dibanding bertanam secara konvensional. Apalagi, jika Anda bertanam di dalam bangunan rumah kaca.
•Kesimpulan
Dari hasil penelitian dan berdasarkan pengujian data secara statistik dapatdiambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Model vertikultur horizontal nyata meningkatkan jumlah daun dan tidak berpengaruh pada parameter lainnya.
2. Konsentrasi pupuk organik cair 2 ml/1 nyata meningkatkan jumlah daun dan tidak berpengaruh pada parameter lainnya.
3. Perlakuan pupuk organik cair dengan berbagai konsentrasi tidak berbeda nyata dengan vertikultur horizontal, namun berbeda nyata pada vertukultur secara vertikal.
4.menanam tanaman dengan media secara vertikal agar mengefisiensi lahan pertanian yang semakin sempit.
•Saran
Berdasarkan kesimpulan maka disarankan pemanfaatan pekarangan menggunakan metode vertikultur horizontal dengan konsentrasi pupuk organik cair 2 ml/1.
Tugas P5 pertemuan ke 2
Tanaman Verticulture
Cara bercocok tanam secara vertikultur ini sebenarnya sama dengan bercocok tanam di kebun atau di sawah. Vertikultur diambil dari istilah verticulture dalam bahasa lnggris (vertical dan culture) artinya sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Perbedaannya terletak pada lahan yang digunakan. Misalnya, lahan 1 meter mungkin hanya bisa untuk menanam 5 batang tanaman. Dengan sistem vertikal bisa untuk 20 batang tanaman. Teknik Vertikultur merupakan cara bertanam yang dilakukan dengan menempatkan media tanam dalam wadah-wadah yang disusun secara vertical, atau dapat dikatakan bahwa vertikultur merupakan upaya pemanfaatan ruang ke arah vertical. Dengan demikian penanaman dengan system vertikultur dapat dijadikan alternative bagi masyarakat yang tinggal di kota, yang memiliki lahan sempit atau bahkan tidak ada lahan yang tersisa untuk budidaya tanaman. Banyak sedikitnya tanaman yang akan dibudidayakan bergantung pada model wadah yang kita gunakan.
lakukan adalah :
(1). Menyiram tanaman setiap pagi, namun jangan terlalu berlebihan.
(2). Pastikan tanaman menerima sinar matahari penuh setiap hari.
(3). Buang daun-daun dan cabang yang rusak secara rutin, termasuk juga rumput liar.
(4). Pupuk secara berkala (sekitar 2 minggu sekali), dianjurkan menggunakan pupuk organik/kompos.
Tugas P5 pertemuan ke 3
Langkah - Langkah Praktis dalam Membuat Media Tanam pada Vertikultur
1. Siapkan Media Tanam dan Botol Bekas.
• Pertama bersihkan dulu botolnya,cuci sampai bersih dengan air bersih.
sayat atau iris bagian leher botol sampai dibagian dasarnya hingga terbentuk persegi panjang dengan lebar sekitar 5cm dan panjang sesuai ukuran botolnya.
• Selanjutnya masukkan media tanam kedalam botol sampai hampir penuh,media tanamnya tergantung dengan anda,bisa dengan campuran tanah dan pupuk kandang,pasir,arang sekam,atau yang lainnya.
• Setelah selesai,letakkan botol bekas tadi ditempat yang teduh dan sejuk.
2. Menyiapakan Bibit.
• Pilih bibit yang unnggul dan resmi atau layak untuk digunakan.
• Dapatkan bibit dari toko pertanian yang sudah terpercaya dan perhatikan masa kadaluarsanya serta kemasan tidak rusak.
3. Penyemaian bibit.
• Isi semua lubang tanam dengan bibit sebanyak 1 biji untuk tiap lubangnya.
• Tempatkan ditempat yang kurang cahaya atau gelap untuk mempercepat proses terbentuknya kecambah,umumnya terjadi 5 hari sejak disemai.
• Setelah tumbuh,bibit ditempatkan lagi ditempat yang terkena sinar matahari agar bibit menjadi kuat dan kokoh.
• Bibit kemudian siap untuk dipindah tanamkan ke media tanam yang sudah kita buatkan setelah berumur sekitar 2 minggu.
4. Perakitan Instalasi Vertikultur.
Sembari menunggu bibit siap untuk kita pindah tanamkan, selanjutnya kita rakit dulu instalasi vertikulturnya. Dalam cara menanam sayur secara vertikultur dengan botol bekas, yang harus kita lakukan hanya menentukan tempat untuk meletakkan botol bekasnya. Kita bisa meletakkan botolnya dipagar rumah, atau bisa juga didinding belakang rumah, ataupun dibuatkan rak khusus.
Botol bekas kita buatkan gantungan kemudian kita gantung ditempat yang masih terkena sinar matahari dan kita atur posisinya agar terlihat lebih unik dan menarik.
5. Proses penanaman.
Setelah bibit yang kita semai sudah betul-siap, selanjutnya kita tanam bibit kedalam tempat tadi. Untuk 1 tempat bisa kita tanam dengan beberapa bibit tergantung ukuran botolnya. Dalam proses penanaman bibit, yang penting untuk kita ingat bahwa penanaman sebaiknya dilakukan dipagi hari atau disore hari agar saat bibit mulai beradaptasi dengan lingkungan barunya tidak mudah layu atau bahkan mati karena terpapar sinar matahari.
6. Pemeliharaan serta Perawatan.
Peeliharaan serta Perawatan sangatlah penting untuk kita lakukan, karena hal inilah yang akan menentukan baik atau buruknya pertumbuhan tanaman yang sudah kita tanam. Pemeliharaan serta perawatan tidak hanya dilakukan pada budidaya tanaman dikebun ataupun yang lainnya, namun tanaman yang ditanam secara vertikultur juga memerlukan hal yang sama. Pemeliharan serta perawatan itu sendiri meliputi,
Penyiraman:
Saa halnya dengan menanam dilahan yang luas, vertikultur juga harus dilakukan penyiraman agar tanaman yang kita tanam menjadi lebih subur. Waktu yang baik untuk kita melakukannya ialah dupagi hari dan disore hari. Kita harus menggunakan air yang bersih dan lebih baik lagi jika kita menggunakan alat penyemprot.
Pembeian Pupuk:
Tanaman sayuran yang sudah kita tanam harus diberikan pupuk sebagai nutrisi, karena dengan memberi asupan nutrisi tanaman sayur akan menjadi lebih subur dan sehat karena tidak kekurangan nutrisi. Pupuk untuk sayuran sendiri sangat beragam, namun untuk tanaman sayuran daun sebaiknya kita beri dengan larutan AB mix saja sudah cukup.
Larutan nutrisu ini sudah terbilang lengkap,yang terpenting kandungan unsur hara mikronya terpenuhi.Sedangkan untuk mendapatkannya,kita bisa membeli secara online atau ditoko pertanian terdekat jika tersedia.
RAB TANAMAN VELTIKULTUR
1.Biji selasah RP.6500 k
2.Kompos RP.3500 k
3.Wadah RP.10k
4.Botol bekas (20)
(Jumlah RP.20k)
Dokumentasi
Proses pemasukan tanah yang sudah di campur dengan kompos kedalam tempat penyemaian.
Proses pemasukan benih selada bokor kedalam tempat penyemaian yang sudah di kasih tanah sekaligus kompos,dan di siram supaya tanah menjadi lembab dan benihnya punn bisa tumbuh.
proses pemotongan botol bekas yang berukuran sekitar 1,5 liter,proses pemotongannya yaitu:
-potong 1 botol bekas menjadi 2 bagian yg sama.
-kemudian rapihkan dan sesuaikan dengan yg di
butuhkan.
-lalu satukan kembali ke 2 botol tersebut.
Alat alat yg di gunakan adalah gunt
ing.
peroses pemberian kain kepada botol dan melubangi bagian botol supaya air dapat keluar
dari botol dan agar tanaman tidak mati terendam air.
proses pemasukan tanah yang sudah di campur dengan kompos kedalam botol untuk media penanaman selada bokor.
proses penanaman bibit selada bokor kedalam media tanam yang sudah di siapkan dan di beri air supaya tanah menjadi lembab dan tanamah tidak mati kekeringan.
proses pengecekan tanaman dan penyiraman.


Komentar
Posting Komentar